Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2015

Oooh, Jadi Begini Cara Kerja Sedekah?

Gambar
Kenalin, ini om saya. Lebih tepatnya, om suami saya, namanya Om Sugeng. Doi amat sangat beken di dinasti keluarga besar kami. Kenapa? Yap, karena omku ini meski tajir melintir, doi sama sekali jauuuuh dari kata congkak bin sombong. Omku rajin membantu kalau ada saudara yang kesusahan. Omku tak pernah yang lebaaay ketika digencet problema hidup. Dan satu lagi, omku ini, pemurahnya kebangetan. om Sugeng lagi gendong cucunya Bayangin aja. Beberapa kali dia mentraktir  SEMUA  personil keluarga besar istrinya.  Padahal,  dinasti keluarga istrinya  terdiri dari 9 orang. Masing-masing punya anak antara 1-4 orang. Dan, anak-anak ini bereproduksi, dan terbitlah cucu-cucu sebanyak (masing-masing) 1-3 orang. Bisa dibayangkan, berapa jumlahnya? Dimana lokasi favorit Om Sugeng dalam mentraktir kami? Resto-resto kelas yaaa gitu deh, daan… vila-vila yang aduhai. Salah satunya, adalah  Vila Jambuluwuk Batu, Malang . Dimana satu vila (terdiri dari 3-4 kamar) dibanderol 4 jutaan. Berapa vila yang d

Bingkisan untuk Bapaknya Sidqi

Gambar
"You can give without loving, but you can never love without giving" (Victor Hugo)  Eaaaa... om Victor Hugo keren bingits sih, quote-nya?  Cinta itu emang kudu ada buktinya ye. Kalau bilang 'I love you' mulu, tapi kagak pernah ngasih sesuatu, yaaa pegimane yak?  Bilangnya cintaaa... tapi, buktiin dooong... Kalau kagak pernah kasih sesuatu ke someone special, itu namanya cinta tapi merki alias pelit, hahaha :)) *ketawa bengis* Gitu juga dengan "pembuktian cinta" #eaa yang saya lakukan ke seorang pria dewasa *ugh* Dia adalah laki-laki yang tinggal di kota berjarak ratusan meter dari Surabaya. Setiap Jumat malam, dia rela berdesak-desakan, membaui keringat puluhan manusia, dalam sebuah bus Mira, jurusan Madiun-Surabaya. Demi apa? Demi bertemu 2 belahan jiwanya. Hlo? Poligami?? Bukaaan. Maksudnya, pria dewasa ini, kudu menempuh rute itu setiap pekan, karena mau ketemu eikeh, sebagai bininya; plus Sidqi, anak lanang kebanggaannya.  Nah, sebagai

Mokko Coffe, Donatnya Lembut dan Nggak Bikin Eneg

Gambar
Kapan ya saya terakhir kali ke Kediri? Udah lama banget nggak ke sono. Makanya, pas dolan ke rumah sodara di daerah Mojoroto, Kediri, rasanya beyooond Happy. Seneng bingits!  Apalagi, sodara saya ini doyan nguliner. Liat aja bodi mereka. Pasutri yang sama2 LGG. LGG means Lemu Ginuk-Ginuk. Bihihik. (ini kok maling teriak maling)  Lalu, lalu?  Gimana rasanya makan di Mokko Coffee?  Beda dengan donat di kafe-kafe fancy yang (beberapa di antaranya) rentan bikin eneg, maka donat di sini tuh enyaaaaak banget. Saya sempat underestimate siy, karena secara penampakan, donat di Mokko juga sami mawon. Alias, ya bakalan eneg juga getoh.  Tapi, ternyata, setelah dicoba di gigitan pertama, krenyeeessss... wuenaaaakkk! Sayangnya, saking semangat ngabisin donat, saya malah enggak sempat poto2 makanan sama sekali, hahahah *blog kuliner macam apapulak ini?!?!?* Ya wis, yang dipajang di mari poto2 narsisnya aja ya, eaaa :))

PANCIOUS PANCAKE: "Manggiiiiilll" banget buat kongkow-kongkow cantik

Pada suatu siang yang panas membara rentan bikin segala macam BB Cream, Eye shadow, blush on meleleh kagak berbekas *apasih* *kayak yang pake aja* daku meluncur ke Ciputra World, dengan naik BEMO! Kalau di Surabaya, Bemo ini angkot ya teman-teman. Dari rumahku di Rungkut, kudu naik bemo 2 kali. Naik H-4, trus ganti bemo TV di Terminal Joyoboyo. Yang mengharukan adalah, nih bemo dengan sopannya ngetem SETENGAH JAM doong donnngg... Urgggh :(( Lah. Kok malah tsurhat soal angkot? Katanya mau review kuliner? Hahaha. Okai. Back to topics. Saya diundang (lebih tepatnya, maksa minta diundang) sama MommiesDaily, portal bu-ibu yang ngehits abiss. Lokasi #MDLunch berada di Pancious Pancake, Ciputra World Surabaya. Ini dia poto2nya Ambience @panciouspancake Ciputra world. Manggillll buat nongkrong pic.twitter.com/aFa0DjPc0h — Nurul Rahmawati (@nurulrahma) January 1, 2015 Better belanja kebutuhan bayi d USIA 8 bln khamilan @mommiesdaily #MDLunch pic.twitter.com/BlVM3UKusw — Nurul

PONDOK DESA, Sajian Mak Nyus, dengan Nuansa Asri

Gambar
Kalo orang Jakarta, "pelarian"-nya adalah Bandung atau Puncak, maka sebagai arek Suroboyo mainstreeaaam, saya doyaaan banget ngebolang ke...?? MALANG!  Yap. Malang ituuuu ibarat cewek, doi adalah perawan cuantiiik, kinyis-kinyis, shalehah, cerdas, tapi teteuppp baik hati dan tidak sombong. Perfecto. Mau cari apa aja, adaa :) Kulinernya segabruk. Harganya juga sama sekali enggak bikin kita melarat mendadak.  Kali ini, saya mau review seputar Rumah Makan Pondok Desa. Bersama sohib plek, saya datang ke outlet di Jl R. Tumenggung Suryo, No. 45A, Malang. Telp (0341) 494 494. Look at the ambience. Sooo... meneduhkan kan ya?  Bagaimana dengan makanannya?  Oh, no need to worry. Resto ini enggak modal tampang doang kok.  Yuk, kita cobain masing-masing menu yang jadi specialties di mari.  Yang pertama, adalah Nila Sarang Telur.  Ikan nila yang masih segar di- fillet , lalu dilumuri tepung den

TRANSFORMASI Menjadi Blog Kuliner (plus Traveling!)

Assalamualaikum semuanyaaaaah, Yayy, udah 2015 aja nih. Senaaaang :)) Walaupun menjelang akhir tahun ada berita menyedihkan. Yap, soal si AA yang jatuh di Kalimantan (dan salah satu korbannya adalah tetangga saya). So sad. Semoga, sistem penerbangan kita semakin baik ke depannya, aamiiin... Balik lagi ke topik 2015 yak. Blog ini emang kudu menemukan jati dirinya. Saya nyaris sulit ngebedain antara blog ini dengan bukanbocahbiasa.com yang saya kelola dengan (lumayan) serius. Maka dari itu, supaya ada bedanya, dengan ini, per tahun 2015, saya menimbang, memikir dalam-dalam, dan memutuskan bahwaaa... blog ini menjelma menjadi.... BLOG KULINEEERRR.... Yayyy!!!! Tereteeeeetttt.... Tereteeeetttttt whooosssshhhh **nyalain confetti** Soalnya, gimana yak. Saya kan doyaaaan banget makan :) --> kelihatan dari bentuk bodi. Nah, biar temen-temen bisa nambah khasanah kuliner *tsah* utamanya di Jawa Timur (Surabaya dan sekitarnya), dengan semangat tahun baru, saya akan mem-posting sa