Selasa, 11 Juli 2017

Pijakan Langkah Pertama Sidqi, Sang Pemburu Ilmu

Pijakan Langkah Pertama Sidqi, Sang Pemburu Ilmu

Well, tuduh saya sebagai ibu ambisius, yang gemar 'menyiksa' putra mahkotanya dengan sederetan tuntutan yang sometimes tidak masuk akal. Silakan tuding saya sebagai ibu yang ingin menghibahkan seluruh visi-misi muda saya yang tidak tercapai, dan saya forward begitu saja ke backbone Sidqi.

"Sidqi itu masih TK, masih balita, kenapa siy dicariin sekolah yang jauh-jauh?"

Rumahku di Rungkut. Sementara Sidqi aku daftarin di TK An-Nur, sebuah sekolah yang berlokasi di Semolowaru Selatan, yang mana untuk menuju sekolah, Sidqi harus menempuh jarak 5 kiloan.

Mertua dan suamiku tak henti2nya menyemburkan protes atas vonis sepihak yang aku timpakan pada Sidqi.

"Ya, biar Sidqi latihan. Kan dia ntar kalo kuliah SMA ke Ponpes Gontor Ponorogo, trus S-1 sampai Doktoralnya ke Inggris, berarti dia harus latihan untuk menempuh ilmu di tempat yang jauh," kilahku. Walau terdengar sekenanya, tapi aku yakin, Tuhan Maha Mencatat dan Maha Mengabulkan. Bahkan untuk celotehan yang 'asal bunyi'.

Dan, hari ini, Sidqi menjalani Hari Pertama bersekolah di TK An-Nur. Sidqi Keeps Smiling di antara temen2 TK-nya.Sidqi Keeps Smiling di antara temen2 TK-nya.

Ditemeni Uti Fat tercinta--yep, my mom yang asik banggets itu-- Sidqi menjalani hari pertamanya, TANPA seragam baru. "Aku ndak mau pakai seragam!" gerutu Sidqi di Senin pagi. Jadilah, ia ke sekolah dengan mengenakan kaos plus celana panjang bersabuk.

Sama "Ibu Nurulku Sayang" di depan Papan Rukun ImanSama "Ibu Nurulku Sayang" di depan Papan Rukun Iman

Sebelum aku datang, (menurut Uti Fat) Sidqi fine-fine aja. Bakat ngaleman-nya belum terkuak. Tapiii, begitu bodi sak hohah-ku ini nongol, dalam sekejap, Sidqi langsung merajuk manja, "Ibuuuu... aku mau maem... didulang ibu...."

"Ibuuu... aku mau pulangg.... Ibuuu.... aku mau gendong...."


Crowded. Yap, inilah kelas Sidqi yang crowded bin sumuk. AC-nya satu. Muridnya segambreng.Crowded. Yap, inilah kelas Sidqi yang crowded bin sumuk. AC-nya satu. Muridnya segambreng.

Aku coba analisis. Ya, Sidqi mungkin ngantuk. Mungkin sumuk. Mungkin beneran laper. Mungkin cari perhatian emaknya. Mungkin, mungkin, mungkin.... Apa mungkin dia ngerasa sekolah TK ini terlalu jauh yak? Atau, jangan-jangan, Sidqi sudah ngerasa bosan dengan metode pengajarannya di hari pertama sekolah.

Ah, enggaklah *coba menghibur diri* gak mungkin... Barangkali dia masih jalani masa adaptasi... Sabar... sabar....

Sebelum Pulang, Ngupil Dulu Ahhh....Sebelum Pulang, Ngupil Dulu Ahhh....

Teacher Adha *hell, yeah, semua guru di sekolah ini dipanggil dengan sebutan 'Teacher', itung2 latihan buat Sidqi sebelum dia beneran kuliah di Inggris*, salah satu guru Sidqi berkisah begini, "Kemaren waktu psikotes, Sidqi seneng loh... Ngomongnya banyak... Nggak tahu hari ini kok gak terlalu semangat ya? Atau mungkin gara-gara Sidqi datang telat ya?"

Salim sama Teacher Adha. See You Tomorrow!Salim sama Teacher Adha. See You Tomorrow!

Eniwei...
Ini baru hari pertama...
Masih adaptasi...

Jangankan Sidqi.
Aku aja, sebagai emaknya, yang udah berumur ini, juga nervous loh, sepagian ini aku bolak-balik ke toilet... Hahaha... yang sekolah anaknya, kok yang grogi emaknya yak?

Buat Sidqi dan jutaan jundi Allah, pemburu ilmu di muka bumi... dengan segenap cinta kunukil quotation indah dari Imam Syafii. *Thanks to Jeung Kuntum Ayu yang meminjamkan buku spektakuler "Negeri 5 Menara" padaku. This is a Greatest Islamic Story Book, ever!"
“Orang Berilmu dan Beradab tidak akan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang

Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan
Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, kan keruh menggenang

Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaran

Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang

Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang
Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa
Jika di dalam hutan.”

Imam Syafii

Selasa, 04 Juli 2017

Indonesia dan Australia

Wahh... Tim Bappenas terus-menerus menunjukkan  terobosan yang patut kita apresiasi. Kali ini, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro melakukan kunjungan ke Sydney Australia. Bertemu dengan Minister for Trade and Industry and the Minister for Regional Water, New South Wales, Australia Niall Blair.

Nah, di kesempatan ini, Bambang menjelaskan prospek Indonesia sebagai negara yang berpotensi menempati peringkat lima besar dunia untuk emerging markets dengan kelas menengah terbaik.


Minister Blair, menjelaskan sejumlah kegiatan asset recycling di Australia. Yang bisa digunkana untuk membangun aneka infrastruktur, seperti: membangun jalan, transmisi listrik, terowongan, bahkan yang lagi happening adalah pembangunan bandara!

Waaahh, keren banget yak? Dan, skema asset recycling ini sejalan dengan model PINA alias Pembiayaan Infrastruktur Non Anggaran Pemerintah.

Menteri PPN/Kepala Bappenas bertemu dengan sejumlah investor Australia di sela acara Investor Forum yang diselenggarakan Australia Indonesia Business Council, di Perth pada Senin 19 Juni 2017 ini.

Jadi, ada peluang kerjasama investasi 5 proyek Pembiayaan Investasi Non Anggaran Pemerintah (PINA).

Apa sajakah itu?
Pertama, proyek pembangunan jalan tol Trans-Jawa dengan total panjang 760 km.
Kedua, jalan tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi sepanjang 98 km.
Ketiga, Bandara Internasional Kertajati Jawa Barat Tahap I.
Keempat, PLTU Meulaboh, Aceh,  berkapasitas 2X200 MW.
Kelima, Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Tambak Lorok, Jawa Tengah, berkapasitas 700 MW.
Total kebutuhan investasi untuk kelima proyek tersebut adalah sebesar US$ 10,85 miliar.

Promosi Potensi Investasi di Bidang Infrastruktur dan Pariwisata

Selain membahas tentang investasi di bidang infrastruktur, Menteri Bambang juga memimpin langsung delegasi tingkat tinggi Indonesia dalam rangka mempromosikan potensi investasi di bidang infrastruktur dan pariwisata. Acara promosi ini digelar di berbagai kota besar di Australia, yakni Perth, Canberra, Sydney, Brisbane, dan Melbourne, sejak 18-23 Juni 2017. Program Tour of Australia ini digelar bekerjasama dengan Australia-Indonesia Business Council (AIBC).

Ada 150 pengusaha ternama Australia dari berbagai sektor, mulai infrastruktur, manufaktur, jasa, dan sebagainya, yang memberikan sambutan positif program promosi investasi ini.

Turut hadir dalam delegasi Indonesia adalah Duta Besar RI untuk Australia Y Kristiarto S Legowo, Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Bappenas Wismana Adi Suryabrata, Deputi Bidang Promosi BKPM Himawan Hariyoga, dan CEO PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) Salusra Satria.

“Promosi investasi ke Australia ini bertujuan menarik minat investor dari Australia ke Indonesia, khususnya di sektor infrastruktur dan pariwisata sebagai bagian dari prioritas Pemerintah Indonesia saat ini serta merupakan wujud dari tindak lanjut kunjungan Presiden RI Joko Widodo ke Australia dan hasil pembicaraan bilateral dengan Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull, di Sydney, pada 26 Februari 2017 lalu,” ujar Menteri PPN/Kepala Bappenas.

Selain itu, Menteri Bambang Brodjonegoro juga mengadakan serangkaian pertemuan dengan sejumlah petinggi Australia, yakni Menteri Perdagangan, Investasi, dan Pariwisata Steven Ciobo, Menteri Pembangunan Internasional dan Urusan Pasifik Concetta Fierravanti-Wells di Parliament House, dan kalangan diplomatik  Australia yang dipimpin oleh Secretary Frances Adamson di Kantor Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) di Canberra, Australia.

“Sektor pariwisata dan padat karya saat ini menjadi salah satu prioritas bagi Pemerintah Indonesia mengingat kontribusi ekonominya sangat signifikan dan menyerap banyak tenaga kerja. Pariwisata tercatat sebagai penyumbang devisa terbesar keempat setelah migas, batubara, dan minyak sawit. Pemerintah Indonesia mendorong agar semakin banyak wisatawan Australia berkunjung ke berbagai destinasi pariwisata andalan Indonesia yang dikenal dengan ’10 Bali Baru’ termasuk Labuan Bajo dan Flores,” jelas Bambang.(*)


Kamis, 15 Juni 2017

Lagi Diremehkan? Ini Tips Supaya Tetap Semangat!

Oke, postingan ini sekalian buat numpang curhat. 

Gini ya manteman. Kita semua sepakat dong, bahwa hidup ini pada hakikatnya adalah sebuah kompetisi yang tak kenal henti. Bahkan, untuk menjadi embrio bayi pun, sperma-sperma itu saling berkompetisi supaya bisa membuahi ovum. Cari di youtube deh, videonya. Buanyaak banget! Dan pada akhirnya, kita tahu, bahwa setiap anak manusia itu adalah PEMENANG. Ya iya dong, karena sedari awal, sejak ia berupa calon bayi, sudah melewati proses kompetisi di dalamnya. 

Weeeee aree the Champioooon, my frieeendssssss......!

*setel kenceng lagunya Queen*


Ke Thailand gratis, karena menang kompetisi nulis

Dalam kehidupan sehari-hari pun, kita pastinya tak lepas dari upaya berkompetisi. 
Cari tempat duduk di KRL? Wah, itu kompetisi banget!
Para sopir taxi online cari penumpang? Yeah, kompetisi juga
Dan berbagai kompetisi lainnya, ye kan. 

Saya sendiri juga beberapa kali terlibat dalam kompetisi, termasuk aneka lomba, baik yang memperebutkan hadiah pulsa seuprit (buat seneng2an doang) sampai lomba serius yang hadiahnya bikin jedat-jedut-ga-keruan hahaha. 

Salah satu (so-called) kompetisi yang saya ikuti adalah.... enggghh... ngga usah saya sebutin nama kompetisinya kali ya. 
Pokoke, intinya ini adalah sebuah lomba yang memperebutkan hadiah amat prestisius. Sebuah mimpi yang sudah terajut sejak di bangku SD. 
Dan, Maha Besar Allah yang (insyaAllah) akan memperjalankan saya untuk menikmati impian itu, beberapa bulan lagi. 

Oke, clue-nya adalah hadiah prestisius. Konon diperebutkan oleh ribuan orang dari berbagai negara. Yep, ini kontes level dunia. 

Sedari awal, saya ikut kontes ini (secara online) dengan semangat nothing to lose. Saya submit semua persyaratannya, saya ikuti semua kemauan panitia lomba. Tapi... saya pun sadar diri, bahwa over-confident ini deket banget ama sombong bin jumawa. Maka, saya memilih untuk bersikap, "Kalau menang, Alhamdulillah... kalau kalah, maka Allah Maha Besar, jauh lebih besar dari kecewa atau sedih yang saya rasa."

Itu saja. 

So...ketika saya dapat pengumuman, bahwa saya adalah satu dari 5 warga Indonesia yang menang kontes itu... masya Allah.... rasanyaaaaaaa..... I dunno how and what to say. 

Bersyukur... bahagia.... terharu... dan..... merasa kerdil. 

Saya ini, kerdil sekali.
Ibadah saya nggak ada apa-apanya. 
Amalan saya segitu-gitu aja. 
Tapi Allah Maha Baik
Amat Sangat Maha Pemberi Rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. 

Sungguh...... 
Saya terpuruk dalam sujud yang panjang. 

Semoga ini berkah
Semoga hadiah ini memberikan banyak kebaikan. 

Bi idznillah....

*** 

Kemudian, kami kian aktif di komunitas penyelenggara lomba. Bolak-balik ikut diskusi, ataupun bikin thread baru di sana. 

Hingga pada suatu hari, ada rasa nyeri yang menjalar di ulu hati. Manakala, beberapa peserta "komplain" kepada panitia. 

Kenapa yang menang justru orang-orang itu?
Kenapa para peserta dengan riwayat kontribusi yang amat tinggi, justru tidak terpilih sebagai pemenang? 
Apa pertimbangan panitia memilih si anu dan si itu? 
Mengapa ada kesan tidak profesional dalam metode pemilihan pemenang? 


Dan yang lumayan menyakitkan adalah...... salah satu yang mengajukan "protes" itu adalah rekan kami juga. Yang sama-sama berasal dari Indonesia :) 

Kurang lebihnya, dia merasa bahwa ada 2 elemen representasi Indonesia yang (menurut ia dan beberapa teman2nya) "AJAIB" hingga sampai terpilih dalam kontes ini. 

Mengapa ajaib? 

Karena sebelumnya nggak pernah beredar di forum komunitas
Nggak pernah terlibat di ajang meet up atau apapun itu

Lah, kenapa bisa kepilih?
Kenapa yang super-duper-aktif malah nggak kepilih? 

Salah satu kawan saya sempat "terpancing" dengan komplain ini. 
"Oh, jadi kamu nggak terima bro, kalau kami terpilih sebagai pemenang dan ikutan menikmati hadiah?"

Waaaah, pokoknya grup WA jadi "meriah", euy! 

Thanks God, ketika conversation itu berlangsung, saya lagi ngaji. Atau lagi tidur yak? Oh, tepatnya lagi ngaji, lalu ketiduran hahahahah :D 

Saya baru buka chat ketika sudah mencapai 80-an chat, dan yaaaaa... emosinya udah cooling down semua sih. 

Hamdalah :)

***

Basically, saya ini termasuk orang yang cuek. Yaaaa... kalau ikut lomba, tentu saja sama kayak peserta lain, saya juga berharap kemenangan. Tapi, kalo takdir berkata saya kalah, ya udah. Saya pasrah gitu aja sih. Oh, berarti bukan rejeki saya. Dan, sekarang waktunya membuka pintu rejeki yang lain. Sesimpel itu. 

Maka.... apabila saya "diberondong" protes, komplain, tudingan apapun itu namanya yang menegaskan bahwa saya tidak layak jadi salah satu pemenang.... yang saya lakukan adalah.....
1). Tarik nafas dalam-dalam
2). Hembuskan
3). Keluarkan lewat belakang (ddduuuuut! Loh, kok kentut? Hahahaha)
4). Stay woles, tarik napas lagi
5). Buka aplikasi Zalora, dan siap-siap shopping! Yeah, because I do believe, shopping is the best theraphy. Apalagi kita bisa dapat koleksi fashion terbaik di Zalora!
Coba Lihat Baju Lebaran di sini yak 

Yep. Sesimpel itu. Kalau masih ada rasa kecewa, mangkel, nggerundel karena merasa "di-dzolimi" dianggap nggak layak, dan sebagainya.... so... periksa hati kita. Tak perlu merasa kecewa karena omongan manusia. Yang perlu kita pertanyakan adalah, Allah ridho atau tidak? Udah, itu aja. 

Dan, quote dari sahabat Rasul, Ali bin Abi Tholib, sungguh mujarab untuk menyembuhkan hati yang lara :)


"Jangan Menjelaskan tentang dirimu kepada siapapun. Karena yang menyukaimu tidak membutuhkan itu, dan yang membencimu tidak akan percaya hal itu."

THIS!








Berbu

Kamis, 08 Juni 2017

Menu Buka "Sunset Ramadhan" di The Sun Hotel Sidoarjo

Hola warga Sidoarjo dan sekitarnya :)


Kadang, ada rasa pengin buka bareng kolega atau keluarga di hotel kan?

Gak perlu melipir ke Surabaya.
Karena di Sidoarjo ada THE SUN HOTEL SIDOARJO


Hotel ini terletak di pusat kota, sebelahan sama Giant Suncity Mall plus Suncity Waterpark. 


Ada menu buffet Buka Puasa "SUNSET RAMADHAN" (all you can eat) berbandrol Rp 85.000,-nett/pax. 


Apa yang bisa Anda dapatkan? 

- Varian menu yang banyak banget 

- Free Ta'jil 

- Tempat Sholat yang dekat dengan Restaurant

- DIsc 15% diminggu pertama 

- Disc 10% diminggu kedua 

- Grand prize voucher undian kamar 

Menu "Sunset Ramadan" The Sun Hotel Sidoarjo (dok.pri)

 


 



Untuk takjil, terdapat banyak macam kudapan dan jajan tradisional. Seperti lemper, onde-onde, dadar gulung, juga tidak ketinggalan kolak dan bubur mutiara. Tentu saja kurma sebagai makanan pembuka yang memang disunnahkan.



Menu takjil (dok.pri)

 

Jadi, gimana? 

Mau buka puasa bareng di The Sun Hotel Sidoarjo? 
Jl.Pahlawan No.1 Sidoarjo 

☎ 031 - 8071123 


Dengan team Sales & Marketing: 

- Aliem 081231013151 

- Ranti 082230860600 

- Atika 081231618947 

- Yuli 081357085284 

- Triya 081216948027 

-  Agus 081217419969 

- Ageng 081357899518                      


                    

Jumat, 02 Juni 2017

Wacana Pemindahan Ibukota Negara ke Palangkaraya

Hah? Ibukota negara Indonesia mau dipindah? Bukan lagi di Jakarta? Serius, mau pindah ke Palangkaraya?
Mungkin pertanyaan bertubi-tubi inilah yang langsung muncul di benak kita. Sebenarnya, ide untuk memindahkan ibukota ini bukan hal baru kok
Wacana pemindahan Ibukota atau pusat pemerintahan berkembang di setiap masa pemerintahan. Sejak era Presiden Soekarno, Soeharto sampai terakhir Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, wacana ini terus berkembang tanpa pernah direalisasikan.
Dalam buku berjudul ‘Soekarno & Desain Rencana Ibu Kota RI di Palangkaraya’ karya Wijanarka disebutkan, dua kali Bung Karno mengunjungi Palangkaraya, Kalimantan Tengah — untuk melihat langsung potensi kota itu menjadi pusat pemerintahan.
Di tahun 1957, saat meresmikan Palangkaraya sebagai ibu kota Provinsi Kalteng, Soekarno ingin merancang menjadi ibu kota negara.
See?
Jadi, sudah dari sejak lamaaaaa banget, wacana ini muncul.
Yang jelas, pihak BAPPENAS tentu mengkaji dengan sangat sangat sangat serius perihal wacana pemindahan ibu kota Indonesia ke Kota Palangkaraya.  
Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran,Pemprov telah melakukan beberapa persiapan guna mendukung percepatan realisasinya dan rencana pemindahan Ibu Kota seperti mengalokasikan kawasan yang akan dijadikan ibu kota.
Selain lahan, pihaknya menyiapkan infrastruktur jalan dengan membuka jalur agar semua terhubung. “Juga peningkatan tonase jalan,” imbuhnya.  
Dengan dukungan pemerintah pusat, sambung dia, saat ini prosesnya telah mulai dilaksanakan adalah peningkatan pembangunan ekonomi melalui program-program strategis. “Bahkan beberapa program strategis nasional di bidang ekonomi dan infrastruktur telah diarahkan ke Kalteng. Hal itu untuk mempersiapkan agar kita bisa lebih cepat mandiri,” ujarnya.
Pertumbuhan ekonomi dan populasi di jakarta meningkat pesat pada tahun 1971, sebesar 56.4% untuk populasi, pertumbuhan ekonimi bisa dibayangkan dari pesatnya pertumbuhan populasi. Lalu terjadi lagi kenaikan angka jumlah penduduk pada tahun 2010 sebesar 12.5%. Selain persoalan kepadatan yang melanda Jakarta, salah satu alasan utama pertimbangan perlunya pemindahan ibu kota negara adalah faktor ekonomi. Tidak meratanya pertumbuhan ekonomi antara Pulau Jawa dan daerah luar jawa, menjadi alasan utama.

Hal itu sebelumnya diungkapkan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Bambang Brodjonegoro, mengenai alasan keinginan Presiden Joko Widodo untuk memindahkan ibu kota Negara.

Menurut Bambang, setelah penerapan otonomi daerah, harus diakui bahwa peran Pulau Jawa dalam menyumbang produk domestik regional bruto (PDRB) justru semakin naik. Sementara daerah-daerah luar Jawa termasuk Kalimantan, justru mengalami penurunan. Saat ini Pulau Jawa masih menyumbang 54 persen dari PDRB Indonesia, dan daerah seperti Kalimantan justru cenderung menurun.
“Karena itu Pak Presiden menilai sudah saatnya perlu melakukan penyeimbangan pertumbuhan dan perkembangan ekonomi ini, sehingga semua daerah bisa merata,” ujar Bambang.
Pemerintah menilai saat ini beban Jakarta yang menjadi pusat pemerintahan sekaligus ekonomi Indonesia, membuatnya semakin tidak efektif lagi. “Dengan beban yang ada saat ini dan itu terus meningkat, kita nilai sudah tidak efisien lagi untuk menjalankan pusat roda pemerintahan yang efektif dan solid. Untuk itu, kita harus segera membangun pusat perekonomian yang baru dan itu dipilih di luar Jawa,” jelas Bambang.
Selain pertimbangan ekonomi tersebut, lanjut Bambang, dipilihnya Palangka Raya sebagai calon lokasi ibu kota negara, adalah pertimbangan sejarah dan geografis. “Tentang Palangka Raya yang akan menjadi ibu kota ini kan sudah tercetus oleh founding father kita Bung Karno dulu. Yang tentunya itu dicetuskan bukan begitu saja tanpa alasan dan pertimbangan matang,” sebut dia.
Dari sisi keamanan juga, dengan memindahkan seluruh urusan Administrasi negara di luar Jakarta, ini akan membuat posisi Pemerintahan lebih aman. Kita masih ingat kejadian pada tahun 1998 dimana kegiatan perekonomian terjeda karena peristiwa reformasi.

  

Selasa, 23 Mei 2017

Agar Masyarakat Marginal Bisa Dapat Akses ke Bank

Pemerintah menargetkan inklusi keuangan nasional mencapai 75 persen pada 2019. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro mengatakan, untuk mengejar target itu, pemerintah menggenjot penyaluran program bantuan sosial kepada masyarakat secara non tunai.

"Di masa lalu, bantuan disalurkan melalui subsidi harga atau penyaluran beras yang tidak membuat masyarakat terlibat dengan sektor keuangan. Mulai tahun ini, satu persatu bantuan pemerintah kami ubah menggunakan sistem keuangan," kata Bambang.
Menurut Bambang, untuk bantuan pangan, pemerintah tidak lagi membagikan dalam bentuk beras melainkan voucher yang bisa dipakai masyarakat untuk membeli bahan pangan sesuai kebutuhan mereka. "Jadi tidak ada lagi bagi-bagi beras yang berpotensi salah sasaran. Voucher diberikan kepada yang teridentifikasi membutuhkan."




Selain itu, Bambang menilai, bantuan pangan yang disalurkan melalui bank dalam bentuk kartu tersebut dapat menumbuhkan budaya menabung di masyarakat. "Karena dengan sistem kartu dimungkinkan adanya account untuk ditabung. Jadi, mereka bisa tidak memakai semua uang yang ada di dalam kartu tersebut," tuturnya.






Bambang berujar, kebiasaan untuk menabung harus diciptakan secara perlahan. Pendapatan masyarakat mesti diperbaiki terlebih dahulu agar budaya tersebut muncul. "Caranya melalui bantuan tadi. Kalau ada bantuan kan (pendapatan) naik. Kalau sudah naik, mulai ada ruang untuk menabung," katanya.

Selain itu, Bambang menambahkan, akses masyarakat terhadap pinjaman atau kredit juga perlu ditingkatkan untuk mempercepat pencapaian target inklusi keuangan. "Mereka juga harus mulai meminjam untuk kegiatan produktif sehingga mempercepat mereka untuk menjauh dari garis kemiskinan," ujarnya.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro menilai, inklusi keuangan tidak harus dicapai dengan penambahan cabang bank.

Menurut dia, bank bisa bekerjasama dengan agen-agen di daerah untuk menyalurkan produk-produk keuangannya. "Agen bank itu bisa dengan tabungan pos atau unit lain yang dipercaya bank itu untuk menjadi penyalur di wilayah-wilayah yang mungkin tidak ekonomis untuk membuka cabang. Kan buka cabang juga mahal," kata Bambang. 

Menurut Bambang, tabungan pos yang nantinya akan dijalankan oleh PT Pos Indonesia tersebut dapat menjangkau lebih banyak masyarakat untuk mengakses layanan perbankan. Saat ini, Pos Indonesia memiliki sekitar 4.800 kantor pos dan 9.000 agen pos di seluruh Indonesia.

Bambang berujar, sebelum program tersebut diimplementasikan, pemerintah akan terus memberikan pemahaman pada bank-bank bahwa tabungan pos bukanlah pesaing bagi industri perbankan. "Tapi pelengkap bagi bank-bank yang sudah ada," tuturnya.


Tabungan pos tersebut, menurut Bambang, bisa menambah inklusi keuangan atau akses keuangan melalui jangkauan yang lebih dalam ke desa-desa di seluruh pelosok Tanah Air. "Program tersebut dapat menjangkau wilayah-wilayah yang tidak bisa terjangkau oleh kantor cabang bank," ujarnya.

Selain itu, Bambang menjelaskan, inklusi keuangan dapat dicapai melalui penggunaan financial technology (fintech). Bank bisa menggunakan fintech tanpa perlu membuka cabang di daerah. "Bisa e-money, voucher, smart card, itu cara paling cepat untuk membantu," katanya.

Kamis, 11 Mei 2017

Mau Diet tanpa Siksaan? Mau Langsing dan Sehat Paripurna? Yuk, Minum Slim & Fit Aja!

Gue percaya, tak ada yang kebetulan di dunia ini. Semua perjalanan hidup kita sudah digariskan oleh Tuhan. Termasuk, 'takdir' bahwa bodi gue menggendut secara sistematis bin komprehensif selama beberapa tahun belakangan ini.

Awalnya, sempat tersirat sekelumit hipotesa, bahwa gue menggendut karena hamil... lalu melahirkan dan menyusui, dan itu artinya gue kudu menggerojok lambung dengan aneka menu. Kenapa? Supaya ASI-nya lancar! Karena buat menyusui, butuh nutrisi seabrek! Supaya enggak stres, karena dengan makan yang banyak, perut kenyang, hati gumbira, dan kuat banget buat melekan di malam hari buat nenenin bayik!

Okai, okai... itulah alibi demi alibi yang gue sodorkan. No wonder, gue SETIAP HARI makan enak, dan dalam porsi di luar batas kewajaran. Sepertinya ada sindrom 'aku tak bisa hepi tanpa ngemil' dan ituu SETIAP HARI boooo'. SETIAP HARI.

Sehingga jarum timbangan bergerak ke kanaan... dan ke kanaan.... secara simultan...... dan... HAGG! Udah nembus angka TUJUH PULUH KILO sodara-sodara sekalian!

Dengan tinggi badan 155 cm, tentu saja 70 kilos adalah TOO MUCH buat gue. Dan ternyataaaaa.... "bayi" yang sering gue jadiin alibi buat makan enak tiap hari itu... tahun ini berusia 11 TAHUN! Daaaanggg!

Tambahan lagi, ternyata punya BB alakazam ini beneran bikin kualitas hidup terdegradasi. Di waktu malam, pas lagi tidur gue sering banget kram. Mungkin karena kaki ini lelah lantaran kudu menopang bodi segede alaihim gambreng. Nafas gue juga sering senin-kemis. Belum lagi, beser alias anyang-anyangan, lantaran PMK alias perut maju mendahului karir, dan si perut nan menggelambir ini kayak mendesak-desak uretra. Ah, gimana ya jelasinnya. Intinya being fat itu siksaan tiada akhir!

***

Karena itulah, manakala lihat info bahwa Slim & Fit bikin event "FIT DANCE 2017, Easy and Fun Ways to be SLIM & FIT" di Surabaya, gue yang langsung "Aaaaakkkk, GUE WAJIB DATANG DI EVENT ENIIIH!" #capslock jebol

Ya iyalaaah. lihat dong judulnya EASY. AND FUN. Gampang. Dan Menyenangkan. Ya ampuuun, ini idaman gue banget dari jaman purbakala. Secaraaaa... menjalani diet itu kan kerap identik dengan siksaan tersendiri tho? Ada yang sampe ekstrim kudu pakai puasa berjam-jam, halahdalaah... kalo gue sih langsung kibarin bendera putih, sambil nyenyong lagunya Krisdayanti, "Ku tak shangguuuuuupppp...."

Yeah. Cita-cita gue emang memiliki bodi yang SLIM and FIT. Langsing dan sehat. Percuma dong, kalo langsing tapi penyakitan, lemah lunglai tak bertenaga. Karena itu, gue butuh banget untuk konsultasi langsung ke ahlinya, dan hamdalah... di acara ini semua itu tersedia.



Okay, gue masu kasih beberapa data yang mengejutkan dulu yak
52% dari populasi orang dewasa berusia 18 tahun++ punya berat badan berlebih, bahkan 13% di antaranya tergolong obesitas (WHO, 2014).

Sementara, menurut Riset Kesehatan Dasar Indonesia 2013, 19,7% penduduk laki-laki Indonesia usia 18++ tergolong obesitas.
Prevalensi yang jauuuh lebih besar menyerang para wanita, yaitu 32,9% (alias 1 dari 2 orang) yang tergolong sebagai obesitas, dan angka ini punya kecenderungan yang terus meningkat

Obesitas itu apa sih?

Ini bisa dilihat dari indikator Indeks Massa Tubuh (IMT) di atas angka 27
Rumusnya bagi berat badan (kg) dengan tinggi badan (m)2. Kalau angkanya masih 18,5 - 22,9 berarti masih tergolong ideal.

Ini terungkap dari talk show interaktif bersama dr. Noviani, SpGK dan ZIN Nadya Putriani (instruktur zumba)  yang mengungkap "Rahasia Diet Tanpa Gagal".

BANGGA BANGET deh, karena Surabaya dipilih sebagai kota perdana tempat pelaksanaan event.
Di acara ini, peserta bisa menikmati berbagai layanan seputar diet yang dihadirkan SLIM & FIT. Yaitu:
Pengecekan komposisi tubuh dan lemak
Konsultasi langsung dengan ahli gizi dan personal trainer.

Kalau kata Lydia Trisna Wibowo (Brand Manager SLIM&FIT), "Seluruh rangkaian acara FIT DANCE diharapkan dapat mengubah persepsi para wanita Indonesia, yang menganggap bahwa diet itu susah, menjadi mudah dan fun."

Yak, ini sejalan dengan Visi dan misi Kalbe Nutritionals. Yaitu, membantu meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia menuju kehidupan yang lebih baik. Karena itu, Kalbe meluncurkan solusi diet yang lengkap melalui acara FIT DANCE dan produk SLIM & FIT.

Jadi, intinya, di acara FIT DANCE ini peserta dapat program edukasi tentang 2 poin utama, yaitu: pengaturan pola makan (diet sehat) serta aktivitas fisik demi bodygoals tubuh nan ideal